Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tragedi Kemunduran Kerajaan Ptolemaik

Tragedi Kemunduran Kerajaan Ptolemaik 

Pada tahun 221 SM, Ptolemaios III telah wafat dan digantikan oleh putranya Ptolemaios IV Philopator, juga merupakan seorang raja yang lemah dan korup. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Ptolemaik mulai mengalami kemunduran yang sangat drastis. Pemerintahannya dimulai dengan meniggalnya ibunya, dan ia selalu berada di bawah pengaruh orang-orang yang dekat dengannya dan berusaha untuk memanfaatkannya dalam mengendalikan pemerintah. 

Walaupun demikian, para menterinya bisa melaksanakan persiapan untuk menghadapi serangan Antiokhos III Agung dari Kekaisaran Seleukia, yang telah berusaha untuk merebut Koile-Suriah. Kemenangan besar Kerajaan Ptolemaik dalam Pertempuran Rafah pada tahun 217 SM berhasil mengamankan kerajaan. 

Ptolemaios IV

Ptolemaios IV

Pada waktu pemerintahan Philopator, telah terjadi pemberontakan oleh penduduk asli Mesir, yang mampu menguasai setengah kerajaan selama lebih dari 20 tahun. Philopator sangat menyukai agama orgi dan sastra. Dia menikahi saudarinya Arsinoe tetapi Philopator banyak dikendalikan oleh kekasihnya Agathoklea.

Ptolemaios V Epiphanes, putra Philopator dan Arsinoë, masih sangat muda ketika dia mendapatkan tahta Kerajaan Ptolemaik, sehingga untuk sementara kerajaan telah diperintah oleh beberapa walinya. Antiokhos III dari Kekaisaran Seleukia dan Philipppos V dari Makedonia bersekutu untuk merebut wilayah kekuasaan Kerajaan Ptolemaik

Philippos dapat memperoleh beberapa pulau dan darah di Karia dan Thrakia, sedangkan Antiokhos juga mampu mengusai Koile-Suriah melalui Pertempuran Panium pada tahun 198 SM. Setelah kekalahan ini, Ptolemaik membuat persekutuan dengan kekuatan yang sedang bangkit di Mediterania, yaitu Romawi. Sementara itu, setelah mencapai usia dewasa, Epiphanes menjadi seorang tiran, sebelum akhirnya wafat pada tahun 180 SM. Dia digantikan oleh putranya yang masih bayi, Ptolemaios VI Philometor.

Pada tahun 170 SM, Antiokhos IV Epiphanes dari Kekaisaran Seleukia menginvasi Mesir dan menurunkan Philometor dari tahta Kerajaan Ptolemaik. Ia menempatkan adik Philometor, yaitu Ptolemaios VIII Euergetes II, sebagai raja boneka di Kerajaan Ptolemaik

Setelah Antiokhos meinggalkan Mesir, Philometor dan adiknya sepakat untuk memerintah bersama-sama dengan Kleopatra II. Tetapi di kemudian hari, mereka berselisih sehingga Romawi dapat ikut campur dan menancapkan pengaruh di Mesir. Pada akhirnya Philometor mampu meraih kembali tahta Kerajaan Ptolemaik. Pada tahun 145 SM, Philometor terbunuh dalam Pertempuran Antiokhia.

Baca juga selanjutnya di bawah ini :


Post a Comment for "Tragedi Kemunduran Kerajaan Ptolemaik "