Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Akibat Serangan Mongol Terhadap Islam

Akibat Serangan Mongol Terhadap Islam - Apakah akibat yang terjadinya terutama pasca-Baghdad jatuh ke Mongol? Paling tidak. ada dua dampak positif dan negatif. Dampak negatiinya tentunya lebih banyak bila dibandingkan dampak positifnya. Kehancuran jelas di mana mana akibat serangan Mongol sejak Wilayah timur hingga ke barat. 

Kehancuran kota-kota dengan bangunan yang indah» indah dan perpustakaan-perpustakaan yang mengoleksi banyak buku memperburuk situasi umat Islam. Pembunuhan terhadap umat Islam terjadi, bukan hanya pada masa Hulagu yang membunuh Khalifah Abbasiyah dan keluarganya, tetapi pembunuhan dilakukan juga terhadap umat Islam yang tidak berdosa, seperti yang dilakukan oleh Argun, Khan keempat pada Dinasti II Khaniyah terhadap Takudar sebagai Khan ketiga yang dihukum bunuh karena masuk Islam. 

Argun membunuh umat Islam dan mencopotnya dari jabatan-jabatan penting negara. Syamsuddin, seorang sahibud dewan (administrator) dari keluarga Juwaini yang tersohor dihukum mati tahun 1284, Syihabuddin, penggantinya juga dibunuh tahun 1289, dan Sa'id Ad-Daulah yang orang Yahudi dihukum mati pada tahun 1289. 

Akibat Serangan Mongol Terhadap Islam

Bangsa Mongol yang asal mulanya memeluk agama nenek moyang mereka. lalu beralih memeluk agama Budha rupanya bersimpati kepada orang-orang Kristen yang bangkit kembali pada masa itu dan menghalanghalangi dakwah Islam di kalangan Mongol. 

Yang lebih fatal lagi ialah hancurnya Baghdad sebagai pusat Dinasti Abbasiyah yang di dalamnya terdapat berbagai tempat belajar dengan fasilitas perpustakaan, hilang lenyap dibakar oleh Hulagu. Suatu kerugian besar bagi khazanah ilmu pengetahuan yang dampaknya masih dirasakan hingga kini. 

Ada pula dampak positif dengan berkuasanya Dinasti Mongol ini setelah para pemimpinnya memeluk agama Islam. Mengapa mereka dapat menerima dan masuk ke agama Islam? Antara lain disebabkan mereka berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat muslim dalam jangka waktu yang panjang, seperti yang dilakukan oleh Gazan Khan (1295-1304) yang menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaannya, walaupun ia pada mulanya beragama Budha. 

Rupanya, ia telah mempelajari ajaran agama-agama sebelum menetapkan keislamannya, dan yang lebih mendorongnya masuk Islam ialah pengaruh seorang menterinya, Rasyiduddin yang terpelajar dan ahli sejarah yang terkemuka yang selalu berdialog dengannya, dan Nawruz, seorang gubernurnya untuk beberapa provinsi Siria. 

Ia menyuruh kaum Kristen dan Yahudi untuk membayar jizyah dan memerintahkan mencetak uang yang bercirikan Islam, melarang riba”, dan menyuruh para pemimpinnya menggunakan sorban. Ia gemar pada seni dan ilmu pengetahuan, menguasai beberapa bahasa, seperti Mongol, Arab, Persia, Cina, Tibet, dan Latin. 

Ia meninggal ketika masih berumur 32 tahun, karena tekanan batin yang berat sehingga ia sakit dan menyebabkan kematiannya ketika pasukannya kalah di Siria dan munculnya sebuah komplotan yang berusaha untuk mengusirnya dari kekuasaannya. Sepeninggal Gazan digantikan oleh Uljaitu Khuda Banda (1305-1316) yang memberlakukan aliran Syi'ah sebagai hukum resmi kerajaannya. 

Baca juga di bawah ini


Ia mendirikan ibukota baru yang bernama Sultaniyah dekat Qazwain yang dibangun dengan arsitektur khas II Khaniyah. Banyak koloni dagang Italia terdapat di Tabriz dan II Khaniyah menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan antara dunia barat dan India serta Timur Jauh. Namun, perselisihan dalam keluarga Dinasti II Khaniyah menyebabkan runtuhnya kekuasaan mereka.