Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah akulturasi budaya agama Islam pada bangunan Masjid

Selamat datang teman-teman masih dengan saya yang selalu senantiasa bersama sejarah Indonesia. Kali ini saya akan membahas tentang sejarah seni pada bangunan. Wujud akulturasi budaya asli Indonesia dengan budaya Islam dapat terlihat dari seni bangunan yang ada.

1. Seni pada bangunan

Seni bangunan yang merupakan hasil akulturasi tersebut berwujud bangunan masjid, keraton atau istana kesultanan, dan makam. Sebagai contoh adalah bangunan Masjid Agung Demak yang dibangun oleh Walisanga. Bangunan Masjid Agung Demak merupakan masjid yang sengaja dibuat para Walisanga dengan menggunakan unsur asli Indonesia agar masyarakat dapat menerima perubahan kebudayaan dengan mudah.

Mesjid Agung Demak sejarah Islam

Atap Mesjid Agung Demak berbentuk susun ke atas dengan berlapis-lapis. Lapisan ini berbentuk ganjil dan lapisan paling atas mengerucut. Dalam masjid tersebut juga tidak dilengkapi dengan menara, yang ada adalah bedug dan kentongan untuk mengawali adzan, yang mana bedug dan kentongan merupakan budaya asli Indonesia. Letak masjid ini biasanya dekat dengan tempat-tempat yang dikultuskan seperti makam dan ujung bukit.

2. Sistem pemerintahan

Kebudayaan Islam sangat memengaruhi sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia. Namun, tidak merubah dasar yang telah ada dan berkembang sejak masuknya budaya Hindu-Buddha, yaitu sistem kerajaan. Sistem kerajaan pada masa masuknya Islam tetaplah sama, hanya istilah dan aturan di dalamnya yang diubah menurut hukum-hukum Islam.

Pada masa Islam, nama kerajaan diubah namanya menjadi kesultanan, nama rajapun diubah menjadi sultan atau disesuaikan dengan nama-nama secara Islam. Aturan-aturan dalam kesultanan yang tidak sesuai dengan hukum Islam juga diubah agar sesuai. 

Salah satu aturan yang tidak sesuai dan ditiadakan dalam kesultanan Islam adalah sistem kasta pada masyarakat. Menurut Islam, dengan Tuhan dan hanya Tuhanlah yang mampu mengukurnya. Masuknya Islam dapat diterima dengan munculnya kesultanan-kesultanan Islam baru dan runtuhnya kerajaan Hindu-Buddha karena mendapat serangan dari kesultanan Islam tersebut.

 Namun, ada juga kerajaan yang telah ada kemudian berganti namanya dengan menjadi kesultanan Islam. Kesultanan pada masa masuknya Islam antara lain : Kesultanan Demak, Kesultanan Pajang, Kesultanan Mataram Islam, Kesultanan Makasar, dan sebagainya. Pada masa kesultanan inilah dimulai hubungan dagang dengan bangsa Eropa yang juga membawa budaya Nasrani dan kemudian dimulai pula penjajahan oleh bangsa Eropa. 

Baca juga selanjutnya di bawah ini


Dua teori masuknya Islam ke Indonesia

Masa kesultanan Islam sama seperti masa sebelumnya karena masih terpecah-pecah menjadi kesultanan atau negara yang berdiri sendiri-sendiri sampai muncullah masa yang dinamakan nasionalisme Indonesia (pergerakan nasional Indonesia) setelah berakhirnya masa kerajaan atau kesultanan di Indonesia. Sejak saat itu, nama Indonesia sebagai satu kesatuan mulai muncul.

Post a Comment for "Sejarah akulturasi budaya agama Islam pada bangunan Masjid"