Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dr. Kraemer menulis didalam Koloniale Studien

Dr. Kraemer menulis didalam Koloniale Studien 

Maka disinilah terletaknya keterangan, apa sebabnya orang salah sama sekali jika kalau orang mengira bahwa yang dinamakan kesedaran Timur itu, atau didalam lingkungan kita sendiri : pergerakan rakyat Bumiputera hanyalah pergerakannya sedikit kaum intellektuel sahaja.

Mau atau tidak mau ''rakyat murba yang diam itu'' adalah ikut pula mendidih didalam pergolakan ini'', dan Prof. Snouck Hurgronye, yang juga bukan kaum dogma, yang juga bukan kaum pembuta-tuli akan satu kepercayaan adalah tempo hari berkata :


''Sumbernya''......dulu dan sekarang bukanlah aju-ajuannya beberapa ribu kaum intellektuel yang terlampau banyak memakan onderwijs Barat dan yang tak bisa dihisap oleh pergaulan hidup Bumi putera belaka, tetapi ialah rasa perlawanan terhadap pada bangsa asing yang terkandung pemerintahannya orang-orang didalam hati dimana-mana dan yang kadang-kadang tampak keluar dan kadang-kadang tinggal terbenam''.

Bahwasanya : matahari bukan terbit karena ayam jantan berkokok, ayam jantan berkokok karena matahari terbit ! Dengan sedikit perubahan maka kami disini, bagi kaum-kaum yang masih saja mengira bahwa pergerakan itu bikinannya ''pengasut'', mengkobarkan lagi api pidatonya Jean Jaures itu kampiun kaum buruh Perancis yang termasuk didalam dewan rakyat Perancis terhadap pada wakil-wakilnya kaum modal :

Pidatonya Jean Jaures itu kampiun kaum buruh Perancis :

''Ah, tuan-tuanku begitu aneh tuan-tuan tersilaukan mata, mengatakan bahwa kemajuan umum ini adalah bikinannya beberapa orang sahaja ! Tidakkah mengenai perhatian tuan-tuan bahwa pergerakan nasionalis itu terdapat diseluruh muka bumi ini ? Dimana-mana tiap-tiap negeri yang tak merdeka ini berbareng-barenglah bangkitnya.

Sejak sepuluh tahun yang akhir ini orang tidaklah bisa menulis riwayat Mesir, India, Tiongkok, Philipina dan Indonesia dengan zonder menceritakan riwayatnya pergerakan-pergerakan nasionalis juga! Dan dihadapan pergerakan umum yang menghela rakyat-rakyat Asia itu, rakyat-rakyat yang berbedaan satu sama lain hawa bagaimanapun juga yang mereka hisap warna yang bagaimanapun juga warna kulitnya dihadapan pergerakan yang demikian itu, maka tuan-tuan berkata bahwa pergerakan itu adalah bikinannya satu dua penghasut yang tiada hubungan dengan rakyat.

Tetapi tuan adalah mengasih terlampau banyak kehormatan pada orang-orang yang tuan sebutkan demikian itu tuan adalah terlampau tinggi menaksirkan mereka punya kekuasaan. Mereka tidak kuasa menggerakkan pergerakan yang begitu maha hebat terjangnya; lemahnya hawa nafas yang keluar daripada satu-satu mulut manusia tidak kuasalah meniupkan angin taufan rakyat-rakyat Indonesia yang gemuruh ini.

Tidak, tuan-tuanku sebenarnya pergerakan ini adalah timbul daripada sedalam-dalam hakekatnya keadaan sendiri; pergerakan ini adalah timbul daripada kesengsaraan-kesengsaraan yang tadinya belum menghubungkan diri satu sama lain, tetapi yang kini sudahlah menemukan semboyannya didalam suatu i'tikad yang mengajak merdeka.

Sebenarnya pula pergerakan nasionalis di Indonesia pun adalah timbul daripada imperialisme yang tuan pundi-pundikan maupun daripada sistem penyerotan kekayaan yang telah berabad-abad bertindak dinegeri itu. Imperialisme itulah menghasut yang terbesar, imperialismelah pembakar hati rakyat ; bawahlah imperialisme itu dimuka politik dan dimuka hakim.

Baca juga selanjutnya di bawah ini :