Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ringkasan perkembangan Islam di jawa-sulawesi

1. Perkembangan Islam di Pulau Jawa

Pada tahun 674-675 M utusan Khalifah Bani Umayyah datang ke Pulau Jawa, kemudian kembali ke Semenanjung Arabia untuk menyampaikan hasil pengamatannya tentang kuatnya penduduk Jawa menganut agama Hindu yang tercermin pada budaya dan adat istiadatnya.

Islamisasi mulai semarak ketika disiarkan oleh para mubalig dari Samudera Pasai yang dipimpin oleh Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Tercatat dalam sejarah bahwa Islam tersiar di Pulau Jawa berkat jasa para wali, yakni Wali Songo, yang hidup antara abad ke-XIV-XVI M.

Mereka itu adalah Maulana Malik Ibrahim atau Maulana Al-Magribi (Turki), Raden Rahmat atau Sunan Ampel campuran antara Arab dari ayah dan Campa dari Ibu, Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang putra dari Raden Rahmat, Raden Paku atau Sunan Giri yang disebut dengan Ainul Yakin, Raden Mas Syahid atau Sunan Kalijaga, Raden Syarifudin atau Sunan Drajat putra dari Sunan Ampel, Jakfar Sidik atau Sunan Kudus putra dari Raden Usman Haji, Raden Umar Said atau Sunan Muria putra Sunan Kalijaga, dan Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati putra dari Larasantang dengan seorang putri dari Kerajaan Pajajaran.

Mengislamisasi di Kerajaan

2. Perkembangan Islam di Sulawesi

Daerah Sulawesi merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya kerajaan besar dan kecil di antaranya Kerajaan Goa, Bone, Luwu, Soppeng, dan Allo. Pada abad ke-XV M, Sulawesi bagian Selatan telah didatangi pedagang Muslim da kemungkinan besar para pedagang itu berasal dari Malaka, Jawa dan Sumatera.

Pada abad ke-XVI M di Kerajaan Goa dan Tallo para rajanya masuk Islam secara resmi, yaitu pada tanggal 22 September 1605 M. Proses islamisasi di Goa Sulawesi dilakukan secara damai dan tidak sedikit dari para penduduk serta raja mempelajari Al-Qur'an dan hadis Nabi SAW.

Proses islamisasi tidak saja dilakukan di Kerajaan Goa, namun telah menyebar ke kerajaan-kerajaan yang ada di sekitarnya di antaranya, Kerajaan Wajo (10 Mei 1610 M) da Bone (23 November 1611 M). Pada tahun 1653-1669 M, Sultan Hasanudin memperluas dakwah Islam ke daerah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara.

Baca juga selanjutnya di bawah ini


Islam berkembang di Bali, Ambon, Maluku, Irian

Pada tahun 1606 M beliau telah mengislamkan Kerajaan Bone. Tahun 1626 M mengislamkan Kerajaan Bima dan Buton, dan daerah Nusa Tenggara tahun 1628 M. Pada abad ke-XVIII M proses islamisasi diarahkan ke wilayah Sulawesi Utara oleh mubalig Muslim dan Imam Tuwoko.

Post a Comment for "Ringkasan perkembangan Islam di jawa-sulawesi"